Malformasi Chiari mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, apakah Anda pernah mendengar kondisi ini atau justru ada anggota keluarga yang mengalaminya? Mengutip dari Alodokter, malformasi Chiari merupakan kelainan struktur pada tengkorak yang dapat menyebabkan sebagian jaringan otak turun ke dalam saluran tulang belakang.
Secara umum, kondisi ini terjadi akibat ukuran atau bentuk tengkorak yang tidak normal, sehingga memberi tekanan pada otak dan mendorongnya ke bawah.
Dampaknya, aliran cairan serebrospinal dapat terganggu dan memicu berbagai gejala neurologis. Berdasarkan tingkat keparahannya, malformasi Chiari dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Tipe 1: terjadi karena tonsil serebelum (bagian bawah otak kecil) menonjol hingga melewati foramen magnum, yaitu lubang di dasar tengkorak yang seharusnya hanya dilalui oleh saraf tulang belakang.
- Tipe 2: terjadi ketika batang otak dan otak kecil turun melalui foramen magnum. Pada tipe ini, biasanya terdapat gangguan perkembangan pada jaringan saraf yang menghubungkan kedua sisi otak kecil.
- Tipe 3: kondisi ini ditandai dengan keluarnya sebagian batang otak dan otak kecil dari tengkorak melalui celah abnormal di bagian belakang kepala, yang dikenal sebagai encephalocele.
- Tipe 4: terjadi saat otak kecil tidak dapat berkembang sempurna. Kondisi ini sering disebut sebagai hipoplasia serebelum.
Pemicu Malformasi Chiari
Lantas, apa sebenarnya yang menjadi pemicu munculnya malformasi chiari? Berikut di antaranya:
Perkembangan tengkorak, sumsum tulang belakang, dan otak selama masih dalam kandungan dapat menyebabkan malformasi chiari. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan perubahan gen atau mutasi, dan beberapa faktor ini disinyalir dapat memicu kondisinya:
- Infeksi atau demam tinggi saat hamil,
- Kurangnya asupan zat gizi, misalnya asam folat,
- Terpapar alkohol, NAPZA, hingga zat kimia berbahaya.
Namun, tidak hanya kondisi tersebut, malformasi chiari juga sering dikaitkan dengan kondisi lain, seperti:
- Spina bifida
- Hidrosefalus
- Syringomyelia
- Tethered cord syndrome
- Kelainan tulang belakang
Gejala Malformasi Chiari
Dalam beberapa kasus, malformasi chiari tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga penderita tidak menyadari kondisinya jika tidak melakukan pemeriksaan. Namun demikian, gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini umumnya tergantung pada jenis yang dialami, misalnya:
- Tipe 1: gejalanya seperti lemas, sakit leher, sakit kepala, pusing, gangguan bicara, gangguan keseimbangan, kesemutan bahkan mati rasa di bagian tangan dan kaki, gangguan pernapasan, dan lainnya.
- Tipe 2: gejalanya antara lain gangguan pernapasan, lengan terasa lemah, kepala sakit, sulit ketika menelan, dan kesusahan untuk berbicara karena pita suara mengalami gangguan.
- Tipe 3: gejalanya bisa sama dengan tipe 2 dan disertai dengan gejala lain seperti gangguan perkembangan fisik dan mental, tuli, kejang, nistagmus, dan sebagainya.
Lalu, kapan sebaiknya ke dokter? Pemeriksaan bisa dilakukan jika Anda mengalami beberapa keluhan yang disebutkan di atas.
Untuk pemeriksaan bisa dilakukan di Rumah Sakit St. Carolus karena menyediakan layanan untuk spesialis tulang belakang, sehingga lebih memudahkan Anda berkonsultasi dengan dokter.





